Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat di Papua pada umumnyadiperoleh dari pengalaman dan kebiasaan seseorang (orang tua) yang kemudian diturunkanpada generasi berikutnya, sehingga pengetahuan yang berasal dari pengalaman dankebiasaan tersebut hanya menjadi pengetahuan masyarakat setempat. Di Papua, masyarakatyang tinggal disekitar kawasan hutan telah lama memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagaiobat dan hal ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sampai sekarang, baik masyarakattradisional maupun modern, masih banyak menggunakan obat tradisional sebagai obat yangpotensial. Pemanfaatan tumbuhan obat di Papua antar suku / daerah sangat berbeda-bedasatu dengan yang lainnya, baik spesies yang digunakan maupun cara meramu tumbuhantersebut. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan latar belakang sosiokultur dan perbedaanekosistem lingkungan masing-masing daerah. Terdapat 10 jenis tumbuhan yang palingsering digunakan oleh masyarakat umum di Tanah Papua yang diadopsi dari pengetahuanlokal beberapa suku di Tanah Papua. 10 jenis tumbuhan tersebut adalah ; Alstoniascholaris, Archingelesia flava, Biophytum umbraculum , Calamus aruensis, Calophylluminophyllum, Drimys piperita, Endospermum moluccanum, Inocarpus fagifer, Laporteadecumana dan Pandanus conoideus.
Copyrights © 2026