Wilayah Kepala Burung (Vogelkop) di Papua, Indonesia, merupakan kawasan dengankompleksitas tektonik dan biodiversitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisishubungan antara proses tektonik, karakteristik habitat, serta distribusi flora dan fauna.Selama periode studi 10 tahun (20014–2025), melalui observasi lapangan (abiotik danbiotik) dan studi sekunder kami mengkarakterisasi habitat abiotik (komposisi geologi,jenis tanah, topografi) dan komunitas biotik (flora, fauna, jenis ekosistem) di seluruhlempeng tektonik yang stabil, aktif, dan ekotonik. Hasil menunjukkan bahwa interaksiLempeng Indo-Australian dan Lempeng Pasifik membentuk lima tipe lempeng utama:stabil, aktif, semi aktif, semi stabil dan ekoton. Variasi tektonik menghasilkan perbedaanhabitat yang mempengaruhi struktur biodiversitas. Lempeng stabil memilikikeanekaragaman flora tertinggi dan tipe ekosistem terbanyak (10 tipe ekosistem),lempeng aktif memiliki keanekaragaman flora rendah dan tipe ekosistem terendah (3 tipeekosistem), lempeng semi aktif memiliki keanekaragaman flora sedang dan tipeekosistem sedang (6 tipe ekosistem), lempeng semi stabil memiliki keanekaragaman florasedang dan tipe ekosistem sedang (6 tipe ekosistem), sedangkan lempeng ekotonmenunjukkan campuran spesies Sunda–Sahul dengan keanekaragaman flora rendahtinggi dan (6 tipe ekosistem). Studi ini menegaskan bahwa tektonik berperan sebagaipengendali utama biodiversitas melalui isolasi geografis, diferensiasi habitat, dandinamika ekosistem.