Krisma Lekitoo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KELAPA HUTAN DI TANAH PAPUA Krisma Lekitoo; Novita Panambe
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papua memiliki keanekaragaman hayati flora yang sangat tinggi. Masyarakat adat (lokal)Papua telah lama memanfaatkan sumberdaya hutan khususnya flora untuk memenuhikebutuhan mereka, salah satu jenis flora yang sering dimanfaatkan adalah kelapa hutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kelapa hutan yang seringdimanfaatkan oleh masyarakat adat di Papua yaitu ; kepastian status taksonomi, ekologihabitatnya, potensi buah, kandungan gizi etnobotaninya dan konservasi tradisional.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tekniksurvey, observasi dan analisis laboratorium. Pengumpulan data akan dilakukan secarasampling dan penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposif (sengaja). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis kelapa hutan di Papua yaitu Borassusheineanus Becc., Pandanus brosimos Merr. & Perry dan Pandanus jiulianettii Mart.Ketiga jenis kelapa hutan tersebut merupakan tumbuhan endemik Papua yangpenyebarannya sangat terbatas pada daerah Papua yaitu Pesisir Pantai Utara danPegunungan.
PEMANFAATAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT OLEH MASYARAKAT PAPUA Krisma Lekitoo; Alfredo Ottow Wanma
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat di Papua pada umumnyadiperoleh dari pengalaman dan kebiasaan seseorang (orang tua) yang kemudian diturunkanpada generasi berikutnya, sehingga pengetahuan yang berasal dari pengalaman dankebiasaan tersebut hanya menjadi pengetahuan masyarakat setempat. Di Papua, masyarakatyang tinggal disekitar kawasan hutan telah lama memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagaiobat dan hal ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sampai sekarang, baik masyarakattradisional maupun modern, masih banyak menggunakan obat tradisional sebagai obat yangpotensial. Pemanfaatan tumbuhan obat di Papua antar suku / daerah sangat berbeda-bedasatu dengan yang lainnya, baik spesies yang digunakan maupun cara meramu tumbuhantersebut. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan latar belakang sosiokultur dan perbedaanekosistem lingkungan masing-masing daerah. Terdapat 10 jenis tumbuhan yang palingsering digunakan oleh masyarakat umum di Tanah Papua yang diadopsi dari pengetahuanlokal beberapa suku di Tanah Papua. 10 jenis tumbuhan tersebut adalah ; Alstoniascholaris, Archingelesia flava, Biophytum umbraculum , Calamus aruensis, Calophylluminophyllum, Drimys piperita, Endospermum moluccanum, Inocarpus fagifer, Laporteadecumana dan Pandanus conoideus.
KARAKTERISTIK HABITAT BEBERAPA LEMPENG TEKTONIK DI KEPALA BURUNG (VOGELKOP) PAPUA Krisma Lekitoo; Erny Poedjirahajoe; Ni Putu Diana Mahayani; Puja Mardi Utomo
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kepala Burung (Vogelkop) di Papua, Indonesia, merupakan kawasan dengankompleksitas tektonik dan biodiversitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisishubungan antara proses tektonik, karakteristik habitat, serta distribusi flora dan fauna.Selama periode studi 10 tahun (20014–2025), melalui observasi lapangan (abiotik danbiotik) dan studi sekunder kami mengkarakterisasi habitat abiotik (komposisi geologi,jenis tanah, topografi) dan komunitas biotik (flora, fauna, jenis ekosistem) di seluruhlempeng tektonik yang stabil, aktif, dan ekotonik. Hasil menunjukkan bahwa interaksiLempeng Indo-Australian dan Lempeng Pasifik membentuk lima tipe lempeng utama:stabil, aktif, semi aktif, semi stabil dan ekoton. Variasi tektonik menghasilkan perbedaanhabitat yang mempengaruhi struktur biodiversitas. Lempeng stabil memilikikeanekaragaman flora tertinggi dan tipe ekosistem terbanyak (10 tipe ekosistem),lempeng aktif memiliki keanekaragaman flora rendah dan tipe ekosistem terendah (3 tipeekosistem), lempeng semi aktif memiliki keanekaragaman flora sedang dan tipeekosistem sedang (6 tipe ekosistem), lempeng semi stabil memiliki keanekaragaman florasedang dan tipe ekosistem sedang (6 tipe ekosistem), sedangkan lempeng ekotonmenunjukkan campuran spesies Sunda–Sahul dengan keanekaragaman flora rendahtinggi dan (6 tipe ekosistem). Studi ini menegaskan bahwa tektonik berperan sebagaipengendali utama biodiversitas melalui isolasi geografis, diferensiasi habitat, dandinamika ekosistem.