Kegiatan praktikum kimia pada materi faktor-faktor laju reaksi menuntut keterlibatan aktifsiswa dalam melakukan eksperimen, mengolah data, serta menyusun kesimpulan dan laporan.Namun, pada praktiknya, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan pada tahap analisis datadan penyusunan laporan praktikum sehingga memerlukan bimbingan intensif dari guru. Melaluipemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam mendukung aktivitas belajar dankemampuan berpikir kritis siswa mampu memberikan pengalaman mengajar yang diangkatsebagai Best practice. Subyek yang digunakan adalah 31 siswa kelas XI IPA tahun ajaran2023/2024. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat secara signifikan dari41,58 menjadi 79,60 dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 (kategori sedang–tinggi), sedangkankemampuan berpikir kritis meningkat dari 63,48 menjadi 67,96 dengan nilai N-Gain sebesar 0,12(kategori rendah). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek partisipasi dan pemanfaatan AI, yangmenunjukkan bahwa siswa lebih terlibat aktif dan terbantu dalam proses analisis data sertapenyusunan laporan praktikum. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan AI efektif dalammeningkatkan keterlibatan belajar dan kemandirian siswa, sekaligus mendukung prinsip transferbelajar menurut Gagné, yaitu kemampuan menerapkan konsep pada situasi baru melaluipenguasaan fakta dan keterampilan dasar. Oleh karena itu, praktik ini layak dibagikan sebagaialternatif solusi dalam pembelajaran kimia, meskipun penguatan strategi yang menekankananalisis mendalam masih diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026