Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode pengambilan sampel non-invasifdalam amplifikasi gen Cytochrome Oxidase Subunit I (COI) pada tikus Rattus norvegicus.Sampel yang digunakan berupa feses. Metode non-invasif dipilih karena mampumeminimalkan stres dan cedera pada hewan serta mendukung prinsip animal welfare dan 3R.Ekstraksi DNA sampel feses dilakukan menggunakan metode CTAB termodifikasi denganpenambahan polyvinylpyrrolidone (PVP), proteinase K, dan pemurnian menggunakanchloroform:isoamyl alcohol serta presipitasi isopropanol-ammonium asetat. DNA hasilekstraksi diamplifikasi menggunakan PCR dengan target gen COI mitokondria. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa metode non-invasif mampu menghasilkan DNA yang dapat diamplifikasipada gen COI, meskipun kualitas DNA sampel feses cenderung lebih rendah akibat adanyainhibitor PCR. Penambahan BSA dan PVP membantu meningkatkan keberhasilan amplifikasiDNA. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode non-invasif berpotensi digunakan sebagaialternatif identifikasi molekuler tikus secara lebih aman dan etis.
Copyrights © 2026