Penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah berdampak pada meningkatnyavolume sampah sisa makanan yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan apabila tidakdikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sampah sisa makanan dariprogram MBG di SMPN 19 Bogor dan mengembangkan model pengelolaan sampah organikramah lingkungan berbasis integrasi teknologi biopori dan produksi biogas. Penelitianmenggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung,pengukuran volume sampah, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMPN19 Bogor menghasilkan rata-rata 11,25 kg sampah organik per hari dari program MBG. Darijumlah tersebut, sekitar 70% (7,87 kg/hari) berpotensi diolah melalui teknologi biopori untukmenghasilkan kompos, sedangkan 30% sisanya (3,38 kg/hari) dapat difermentasi secaraanaerobik untuk menghasilkan biogas sebesar 0,17 m³/hari. Biogas yang dihasilkan berpotensidimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif di lingkungan sekolah. Penerapan modelintegrasi biopori dan biogas secara bersamaan mampu mengurangi volume sampah organikhingga 80%, sekaligus menghasilkan kompos bagi penghijauan sekolah dan biogas sebagaienergi terbarukan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pengelolaan sampahorganik berbasis teknologi lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026