Karies gigi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada anak usia dini dan perlu mendapat perhatian, terutama dari orang tua. Anak usia 6–9 tahun berada pada periode penting pertumbuhan gigi permanen sehingga lebih rentan mengalami karies. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi karies gigi pada anak Indonesia usia 5–6 tahun mencapai lebih dari 90%, sedangkan hasil SKI 2023 menunjukkan bahwa 49,9% anak usia 5–9 tahun mengalami kerusakan atau sakit gigi. Di Sulawesi Utara, masalah kesehatan gigi dan mulut juga masih tergolong tinggi, yaitu 64,9%. Kondisi tersebut berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan kesadaran orang tua, khususnya ibu, dalam melakukan perawatan gigi anak sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan deteksi dini karies gigi serta menerapkan cara menyikat gigi yang benar. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi dan persiapan, pelatihan interaktif, demonstrasi dan praktik deteksi dini karies serta simulasi menyikat gigi, pemberian leaflet dan modul Ibu Sigap Karies, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang deteksi dini karies gigi dan cara menyikat gigi yang benar dengan capaian 95%, sedangkan keterampilan ibu mencapai 92,5%. Kegiatan pelatihan interaktif yang memadukan teori dan praktik dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam mendukung pencegahan dan deteksi dini karies gigi pada anak. Dengan demikian, pemberdayaan ibu melalui pelatihan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak.
Copyrights © 2026