Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda, khususnya dalam hal integritas akademik, keamanan privasi data, dan filterisasi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi AI bagi remaja di Kelurahan Kenayan agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara kritis, etis, dan aman. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dialogis, diskusi interaktif, serta simulasi praktik pendeteksian konten buatan AI (deepfake dan hoaks) yang diikuti oleh 11 orang remaja Karang Taruna setempat. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan pada tiga indikator utama: pemahaman etika dan plagiarisme AI meningkat dari 27% menjadi 91%, kemampuan mengidentifikasi hoaks dan deepfake meningkat dari 18% menjadi 82%, serta kesadaran perlindungan privasi data pribadi melonjak dari 9% hingga mencapai 100%. Kegiatan sosialisasi ini berhasil mengubah pola pikir peserta dari sekadar pengguna pasif menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis dan bijak. Peserta diproyeksikan menjadi agen edukator sebaya dalam menyebarkan budaya literasi digital di lingkungan Kelurahan Kenayan.
Copyrights © 2026