Dunia pendidikan dipaksa untuk mengadopsi pendekatan pembelajaran yang dapatmenanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sebagai akibat dari krisis lingkungan yangsemakin serius. Tujuan dari artikel konseptual ini adalah untuk mempelajari konsep dasarEnvironmental-Based Learning (EBL), landasan teoritisnya, model implementasi, dan faktorfaktor yang memengaruhi keberhasilan EBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBL yangmenggabungkan permainan edukasi berbasis lingkungan, pendekatan gamifikasi, danpengalaman langsung dengan alam dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilakusiswa yang pro-lingkungan (pro-environmental behavior/PEB). Temuan eksperimentalmenunjukkan bahwa intervensi edutainment lingkungan secara signifikan meningkatkankemungkinan siswa berperilaku pro-lingkungan, terutama pada siswa laki-laki dan siswa darilatar belakang sosial-ekonomi rendah. EBL juga membantu reverse socialization, yaitu ketikasikap dan perilaku anak yang pro-lingkungan mempengaruhi orang tua dan keluarga mereka.Model EBL yang mencakup empat komponen (Kognitif, Afektif, Behavioral, dan Sosial)diberikan di sini, bersama dengan saran kebijakan untuk pengembangan pendidikan lingkungandi Indonesia.
Copyrights © 2026