Efisiensi penanganan pascapanen padi masih menjadi salah satu permasalahan utama petani di berbagai daerah, termasuk di Kenagarian Siguntur, Kabupaten Dharmasraya. Keterbatasan alat perontok, tingginya kehilangan hasil, serta rendahnya kualitas gabah akibat proses perontokan konvensional memerlukan intervensi teknologi yang relevan dan aplikatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan mesin perontok padi inovatif dengan sistem lorong hembus melalui sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok tani, serta meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam penggunaan teknologi pascapanen. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory technology development, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan rekayasa mesin, uji kinerja, pelatihan operasional, serta monitoring dan evaluasi. Prototipe mesin dirancang menggunakan motor bensin 9 HP dan dilengkapi mekanisme lorong hembus untuk memisahkan gabah berisi dari gabah hampa. Hasil evaluasi terhadap 15 responden menunjukkan tingkat efektivitas 89%, tingkat inovasi 92%, dan tingkat kepuasan 96%, menandakan tingginya penerimaan dan keberhasilan implementasi teknologi. Mesin mampu menurunkan kehilangan hasil panen, meningkatkan kecepatan perontokan, serta menghasilkan mutu gabah yang lebih bersih. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi–masyarakat efektif dalam mempercepat adopsi teknologi tepat guna sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026