Kinerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat kelurahan. Kinerja tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan petugas dalam melaksanakan tugas, tetapi juga oleh perilaku kerja yang mendukung rekan dan organisasi serta kondisi lingkungan kerja yang menunjang interaksi dan koordinasi. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja PPSU. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan melibatkan 83 petugas PPSU di Kelurahan Joglo. OCB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PPSU dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,418, t-statistic sebesar 2,831, dan p-value sebesar 0,005. Lingkungan kerja non fisik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien jalur sebesar 0,548, t-statistic sebesar 3,565, dan p-value < 0,001. Lingkungan kerja non fisik menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan OCB. Nilai R-Square sebesar 0,871 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 87,1% variasi kinerja PPSU. OCB dan lingkungan kerja non fisik merupakan faktor yang berperan dalam meningkatkan kinerja PPSU, dengan lingkungan kerja non fisik menunjukkan kontribusi yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan perilaku kerja positif dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Copyrights © 2026