Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta merumuskan langkah pengendalian risiko pada pekerjaan di ketinggian, khususnya pekerjaan struktur baja crown dan penutup fasad ACP crown pada Proyek Pembangunan Hunian Vertikal TNI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Metode yang digunakan adalah Construction Safety Analysis (CSA) berbasis Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara bersama ahli K3, sedangkan data sekunder berupa Work Method Statement (WMS) dan regulasi K3. Pengendalian risiko mengacu pada hierarki kontrol OHSAS 18002:2008 dan Permenaker No. 9 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan baja crown terdiri atas 8 tahapan dan ACP crown 7 tahapan, dengan total 98 potensi bahaya teridentifikasi (54 baja crown dan 44 ACP crown) setelah diverifikasi ahli K3. Bahaya paling dominan adalah risiko jatuh dari ketinggian dengan tingkat risiko ekstrem (nilai risiko 20) serta risiko kejatuhan material/alat dari ketinggian. Pengendalian yang direkomendasikan mencakup rekayasa teknik (guardrail, lifeline, safety net, perancah), administrasi (izin kerja ketinggian, toolbox meeting, sertifikasi TKPK), serta APD berupa full body harness dengan prinsip 100% tie-off. Penelitian ini menghasilkan formulir CSA terverifikasi sebagai pedoman mitigasi teknis untuk mendukung target zero accident di IKN.
Copyrights © 2026