Perkembangan Building Information Modelling (BIM) 5D memberikan solusi untuk meningkatkan akurasi perhitungan volume dan estimasi biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan membandingkan volume pekerjaan struktur bawah antara metode konvensional dan BIM 5D menggunakan Autodesk Revit, menganalisis selisih biaya terhadap Engineer's Estimate (RAB), serta mengevaluasi efektivitas BIM 5D dalam meminimalisir potensi sisa material (waste) besi tulangan pada Proyek Pembangunan Material Recovery Facility (MRF) di Kota Balikpapan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan data berupa gambar DED, RAB, AHSP, serta harga satuan material dan upah. Analisis dilakukan melalui pemodelan tiga dimensi menggunakan Autodesk Revit 2025, Quantity Take-Off (QTO) otomatis, dan perhitungan estimasi biaya berbasis BIM 5D yang kemudian dibandingkan dengan Engineer's Estimate. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan volume dan estimasi biaya antara kedua metode. Volume pembetonan menghasilkan hasil yang sama (34,61 m³) dengan selisih 0%, sedangkan volume pembesian menunjukkan selisih 449,88 kg atau 7,57% (5.941,47 kg konsultan vs 5.491,59 kg Revit). Selisih biaya total mencapai Rp8.158.627,63 atau 4,87% (Rp167.578.243,95 vs Rp159.419.616,33). Perbedaan tersebut disebabkan oleh kemampuan Autodesk Revit menghitung volume secara otomatis berdasarkan model tiga dimensi yang lebih detail dan akurat dibandingkan metode konvensional. Penerapan BIM 5D terbukti mampu meningkatkan ketepatan perencanaan kebutuhan material sehingga berpotensi meminimalisir waste besi tulangan serta mendukung efisiensi biaya proyek.
Copyrights © 2026