PT IKY menghadapi ketidakseimbangan antara arus produk dari produksi dan arus produk yang keluar melalui distribusi pada gudang barang jadi. Kondisi tersebut memicu penumpukan persediaan dan penggunaan kapasitas gudang di atas batas standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas rantai pasok, mengidentifikasi agen risiko, dan menyusun tindakan mitigasi untuk mengoptimalkan kapasitas penyimpanan. Penelitian menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk memetakan aktivitas rantai pasok dan House of Risk (HOR) untuk menentukan prioritas risiko serta tindakan pencegahan. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 40 dari 65 karyawan gudang, sedangkan data sekunder berasal dari data produksi, pengiriman, kapasitas, dan dokumen operasional. Hasil menunjukkan utilisasi gudang mencapai 126,71% pada periode September 2025 sampai Februari 2026. Risk agent A11 memiliki nilai Aggregate Risk Potential sebesar 4.320,675. Tindakan pencegahan prioritas adalah penetapan batas maksimum kapasitas dan monitoring utilisasi gudang dengan nilai Effectiveness to Difficulty sebesar 29.714,798. Implementasi dilakukan melalui penambahan gudang berkapasitas 1.392 palet. Setelah implementasi, utilisasi tercatat 90,66%, 64,74%, 79,93%, dan 81,83% pada Mei sampai Agustus 2026.
Copyrights © 2026