Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peningkatan Efektivitas Mesin Tetrapak Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Dan Total Productive Maintenance Di PT DCS Rachmat Gunawan; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.804

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT DCS pada mesin A3Flex dan TBA200, yang mengalami penurunan efektivitas produksi akibat meningkatnya downtime, frequensy, dan waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel utama yang berkontribusi terhadap six big losses, memberikan gagasan untuk peningkatan dengan menggunakan metodologi TPM, serta mengevaluasi perubahan efisiensi mesin berdasarkan metrik OEE. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, serta catatan historis produksi dan waktu henti mesin dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dilakukan analisis terhadap six big losses untuk mengidentifikasi penyebab utama kerugian yang memengaruhi efisiensi mesin. Hasil menunjukkan mesin A3Flex memiliki tingkat waktu henti yang lebih tinggi dan operasi yang kurang stabil dibandingkan dengan mesin TBA200. Penyebab utama yang berkontribusi terhadap efektivitas mesin yang kurang baik meliputi equipment failure losses (9%) pada mesin TBA200 dan reduce speed losses (20%) pada mesin A3Flex, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan dan kinerja. Setelah analisis, rekomendasi peningkatan dirumuskan melalui penerapan pilar TPM, khususnya autonomus maintenance dan planned maintenance, dengan menekankan inspeksi rutin, penjadwalan pemeliharaan preventif, dan pemantauan kondisi mesin secara berkala.
PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ANAK DAN PENGUATAN LINGKUNGAN BELAJAR DI DESA CIKAREO MELALUI PROGRAM KKN Nova Nurlailasari; Sita Kurniaty Ratoko; Siti Dede Nur Holizah; Vicky Fendy Hernawan; Rizki Prasetyo
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8910

Abstract

Kualitas pendidikan di daerah pedesaan masih terbatas karena fasilitas yang tidak memadai, kekurangan guru, dan kurangnya dukungan pembelajaran. Desa Cikareo di Kecamatan Solear merupakan komunitas yang membutuhkan bantuan pendidikan tambahan, terutama untuk anak-anak usia sekolah dasar. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan belajar anak dan penguatan lingkungan belajar mereka. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku belajar anak, kebiasaan literasi, motivasi akademik, dan menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur dan mendukung melalui kegiatan KKN. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan, yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan selama program dua minggu. Hasil: Program ini meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran di kelas, meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan bimbingan belajar, dan menumbuhkan suasana belajar yang lebih kondusif di pos KKN. Kolaborasi dengan pejabat desa dan sekolah memperkuat efektivitas program dan menyelaraskan intervensi dengan kebutuhan masyarakat.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA BAGI UMKM DESA BINAAN DI KABUPATEN TANGERANG Sita Kurniaty Ratoko; Rakay Edhiargo Toyosito; Abimanyu Abimanyu; Suhaeri Suhaeri
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8911

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM desa binaan di Kabupaten Tangerang mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai dasar penguatan kapasitas dan keberlanjutan bisnis. Program ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang manfaat legalitas, jenis-jenis perizinan, serta mendorong kemampuan pelaku usaha untuk mengurus dokumen legalitas secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi materi legalitas, diskusi interaktif, observasi lapangan, serta pendampingan teknis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis participatory action. Selama kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur perizinan seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mempersiapkan dokumen dan membuat akun perizinan daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan UMKM untuk memenuhi legalitas usaha, di mana mayoritas peserta mampu mengenali prosedur, manfaat, dan langkah administratif yang diperlukan. Program ini memberikan indikasi kuat bahwa pendampingan langsung dan berbasis partisipasi efektif dalam memperkuat literasi legalitas serta mendorong transformasi perilaku menuju kepatuhan usaha yang berkelanjutan.
Identifikasi Dan Perbaikan Kegagalan Operasional Mesin Chiller Menggunakan Failure Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effects Analysis (FMEA), Dan 5w+1h Di PT MIJ 1 Muhamad Arraffi; Abimanyu Abimanyu; Rakay Ediargo Toyosito; Sita Kurniaty Ratoko; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.927

Abstract

Mesin chiller merupakan peralatan penting dalam menjaga suhu ruangan produksi agar tetap sesuai standar proses. Tingginya frekuensi kerusakan mesin chiller dapat mengganggu operasional produksi, menurunkan kualitas produk, serta meningkatkan biaya perawatan. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penyebab tingginya tingkat kerusakan mesin chiller di area Utility PT MIJ 1 serta menyusun usulan perbaikan yang efektif untuk meminimalkan potensi kegagalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), diagram Ishikawa untuk mengelompokkan faktor penyebab, serta pendekatan 5W+1H untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan berasal dari aspek metode, mesin, dan manusia. Berdasarkan analisis FMEA, tiga penyebab dengan nilai RPN tertinggi adalah belum adanya standar parameter atau SOP operasional mesin chiller (RPN = 180), mesin chiller mengalami shutdown dan tidak termonitoring (RPN = 180), serta kurangnya pelatihan teknisi (RPN = 120). Analisis Ishikawa dan FTA menguatkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan akar penyebab dominan. Implementasi perbaikan melalui penyusunan SOP, pelatihan teknisi, dan pemasangan sistem monitoring menghasilkan penurunan suhu ruangan produksi dari 23,9°C menjadi 21,3°C atau sebesar 10,88% dalam periode enam bulan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode FTA, FMEA, dan ishikawa efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab kerusakan serta mendukung penyusunan tindakan perbaikan yang mampu meningkatkan kinerja mesin chiller. Perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap SOP, program pelatihan teknisi, dan sistem monitoring guna menjaga keandalan mesin secara berkelanjutan.
Implementasi Metode Six Sigma Dengan Pendekatan Taguchi Untuk Menurunkan Tingkat Cacat Pada Proses Produksi Air Conditioner (AC) Indoor di PT Changhong Electric Indonesia Muhammad Syahrul Amrullah; Mochamad Eko Nugroho; Rakay Edhiargo Toyosito; Sita Kurniaty Ratoko; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.981

Abstract

Product quality is one of the primary factors determining the competitiveness ofmanufacturing companies. A high defect rate increases production costs, reduces productivity,and decreases customer satisfaction. PT Changhong Electric Indonesia continues to experiencea defect rate in the Air Conditioner (AC) Indoor production process that exceeds thecompany's quality standard of 2%. This study aims to identify the major causes of productdefects, evaluate process capability using the Six Sigma methodology, and determine theoptimal process parameter combination through the Taguchi approach. This researchemployed a quantitative approach by integrating the Define, Measure, Analyze, Improve, andControl (DMAIC) cycle with the Taguchi method. Research data were collected from production reports covering the period from June 2025 to January 2026, direct observations,interviews, and company documentation. The analytical techniques included Critical toQuality (CTQ), Defects Per Million Opportunities (DPMO), sigma level analysis, Paretodiagram, Fishbone diagram, Analysis of Variance (ANOVA), Orthogonal Array, and Signalto-Noise Ratio (SNR). The results revealed seven major defect categories, with foreignmaterial defects accounting for 26.0%, unfastened components for 20.7%, and missing spareparts for 14.6% of total defects. The average DPMO was 22,758, with a process capability of3.50 sigma, indicating that the manufacturing process remains at the average industrialperformance level. The Taguchi optimization successfully identified the optimal processparameter combination, leading to reduced process variation and improved product quality.The integration of Six Sigma and Taguchi proved effective in reducing product defects andenhancing process stability in
Implementasi Siklus (DMAIC) Dengan Integrasi Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Untuk Mengurangi Reject Kerupuk Di PT DSC Aris Munawar; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1069

Abstract

Industri makanan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk makanan ringan, perusahaan dituntut untuk menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. PT DSC sebagai perusahaan yang bergerak dalam produksi bubur instan menghadapi permasalahan tingginya tingkat reject pada proses penggorengan (frying) kerupuk yang berdampak pada efisiensi produksi, peningkatan biaya operasional, serta kepuasan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyebab terjadinya reject dan mengevaluasi efektivitas implementasi perbaikan yang dilakukan pada proses frying. Metode penelitian yang digunakan adalah DMAIC dan FMEA, dengan pendekatan analisis data produksi sebelum dan sesudah implementasi perbaikan. Data awal yang digunakan berasal dari hasil produksi selama periode Mei–Oktober 2025 dan periode Desember 2025–Mei 2026 sebagai kondisi setelah perbaikan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi permasalahan, analisis penyebab reject, penentuan tindakan perbaikan, implementasi perbaikan, serta evaluasi hasil yang diperoleh. Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan kondisi dan performa mesin frying dengan pendampingan tim teknik yang berpengalaman, pemberian pelatihan kepada operator mesin penggorengan, penetapan standar kualitas bahan baku kepada pemasok, serta penyusunan dan monitoring panduan standar produk untuk membantu operator membedakan produk yang sesuai dengan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perbaikan memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat reject pada proses frying. Sebelum perbaikan, total reject yang terjadi selama periode Mei–Oktober 2025 mencapai 21.753 kg dengan persentase reject sebesar 3,60%. Setelah implementasi perbaikan pada periode Desember 2025–Mei 2026, total reject berhasil diturunkan menjadi 9.538 kg dengan persentase reject sebesar 1,53%. Berdasarkan hasil menunjukkan penurunan jumlah reject sebesar 12.215 kg atau sekitar 2,07% dibandingkan kondisi sebelumnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi perbaikan pada aspek mesin, sumber daya manusia, bahan baku, dan standarisasi proses mampu meningkatkan kualitas produk serta menurunkan tingkat reject produksi.
Perancangan Separator Steam Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Metode Activity Based Costing (ABC) Pada Proses Produksi Kopiko Usep Supriyadi; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.262

Abstract

Pemakaian steam pada proses produksi Kopiko berperan penting sebagai media perpindahan panas dalam proses produksi. Kualitas steam yang baik akan meningkatkan efisiensi perpindahan panas sehingga proses produksi dapat berlangsung secara optimal. Namun, masih terbawanya kondensat (wet steam) pada jalur distribusi menyebabkan kualitas steam menurun sehingga konsumsi steam meningkat, efisiensi perpindahan panas berkurang, dan biaya operasional produksi meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan pada sistem distribusi steam untuk menghasilkan dry steam yang lebih berkualitas sehingga pemakaian energi menjadi efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan pada sistem distribusi steam menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), merancang separator steam sebagai usulan perbaikan, serta menganalisis biaya pemakaian steam menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi perusahaan, serta pengumpulan data penggunaan steam periode Januari-Juni 2026. Analisis FMEA dilakukan melalui penilaian Severity, Occurrence, dan Detection untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa wet steam merupakan penyebab utama pemborosan steam dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 448 sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Berdasarkan hasil perancangan separator steam dan analisis biaya menggunakan metode ABC, usulan perbaikan diperkirakan dapat meningkatkan kualitas uap kering (dry steam), menurunkan konsumsi steam sebesar 49,771 kg, serta menurunkan estimasi biaya pemakaian steam dari Rp32.789.857 menjadi Rp29.510.852 sehingga diperoleh potensi penghematan sebesar Rp3.279.005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan separator steam berpotensi meningkatkan efisiensi pemakaian steam, mengurangi pemborosan energi, serta menurunkan biaya operasional pada proses produksi Kopiko.
Penerapan Metode Time Study Pada Workload Analysis (WLA) Untuk Mengetahui Beban Kerja Dalam Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Di PT XYZ Rendi Maulana; Sita Kurniaty Ratoko; Suhaeri
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.277

Abstract

Penurunan produktivitas dan kelelahan fisik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Gudang Lini 3 PT XYZ menyebabkan target pembongkaran pupuk 91,2 ton per hari tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu baku, menganalisis beban kerja menggunakan Workload Analysis (WLA), dan menentukan kebutuhan tenaga kerja optimal. Pengukuran waktu dilakukan dengan Stopwatch Time Study, Westinghouse untuk penyesuaian kinerja, dan standar ILO untuk allowance. Hasil menunjukkan waktu baku satu siklus pembongkaran (50 kg) sebesar 80,29 detik. Pada kondisi 5 pekerja, beban kerja elemen memikul mencapai 144,72% dan menyusun 125,65% (overload), sedangkan mengangkat 83,02% (normal). Manpower planning merekomendasikan penambahan 2 pekerja menjadi 7 orang per regu. Beban kerja usulan menjadi 83,02% untuk mengangkat, 96,48% memikul, dan 62,83% menyusun, sehingga lebih seimbang dan mendukung pencapaian target operasional.
Penerapan TPM Melalui Analisis OEE Dan Six Big Losses Untuk Mengurangi Idling And Minor Stoppages Pada Mesin Produksi Biskuit PT ABC Tbk Satria; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.314

Abstract

Efektivitas mesin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas dan produktivitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efektivitas mesin produksi biskuit, mengidentifikasi sumber kehilangan produksi yang dominan, menentukan penyebab utama Minor Stop Process, serta menerapkan tindakan perbaikan berbasis Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi Idling And Minor Stoppages. Pengukuran efektivitas mesin dilakukan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri atas Availability, Performance, dan Quality. Identifikasi kehilangan dilakukan menggunakan Six Big Losses, kemudian dilanjutkan dengan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas masalah, Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dan Five Why Analysis untuk menelusuri akar penyebab. Hasil pengukuran baseline analitis menunjukkan Availability sebesar 95,27%, Performance 95,97%, Quality 99,47%, dan OEE sebesar 90,95%. Total Six Big Losses selama periode penelitian mencapai 8.992,815 menit, dengan Idling And Minor Stoppages sebagai kehilangan terbesar sebesar 4.918 menit atau 54,69%. Minor Stop Process mencapai 4.752 menit, sedangkan aktivitas ganti sikat, nampan, dan kain poles telur menjadi penyebab dominan dengan waktu kehilangan 4.172 menit atau 87,79% dari total Minor Stop Process. Berdasarkan analisis akar penyebab, tindakan perbaikan dilakukan melalui pengembangan standing sikat dengan sliding system, pijakan operator, pengaturan levelling dan ball transfer pada nampan, penambahan T-joint dan valve, serta penambahan roll kain poles. Implementasi tersebut menurunkan total waktu lima subaktivitas dari 545 detik menjadi 145 detik atau 73,39%. Downtime aktual per kejadian berkurang dari sekitar 15–25 menit menjadi 2–3 menit, sedangkan KPI Idling And Minor Stoppages aktivitas ganti sikat turun dari 1,07% menjadi 0,61% atau mengalami penurunan relatif sebesar 42,99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perbaikan berbasis TPM yang didukung analisis OEE, Six Big Losses, dan analisis akar penyebab mampu mengurangi waktu penghentian pada aktivitas dominan dan meningkatkan efektivitas proses produksi.
Penurunan Pembelian Sparepart Control Burner Dengan Cara Merekondisi Ulang Menggunakan Metode OEE Dan Six Big Losses Di PT. Indah Sukses Tbk Muhammad Najib Asrori; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1059

Abstract

Salah satu bagian penting dari sistem pembakaran yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran agar beroperasi secara stabil dan aman adalah kontrol pembakar. Di PT. Indah Sukses Tbk, masalah yang sering muncul meliputi kerusakan kontrol pembakar akibat suhu lingkungan yang tinggi, yang dapat mencapai rata-rata 49°C, dan penurunan kualitas komponen elektronik, khususnya Elco, yang mengakibatkan lebih banyak waktu henti dan penggantian kontrol pembakar yang sering. Dalam upaya meningkatkan keandalan sistem dan menurunkan biaya perawatan dan pembelian yang sangat tinggi yang mencapai Rp 314.612.676 dari Juli hingga November 2025, studi ini akan meneliti penyebab kerusakan control burner control dan menilai efektivitas rekondisi. Efektivitas Peralatan Keseluruhan (Overall Equipment Effectiveness) OEE dihitung menggunakan pendekatan Enam Kerugian. Pengamatan lapangan, pengumpulan data waktu henti, dan analisis sebab akibat (diagram tulang ikan) adalah beberapa di antaranya. Temuan studi menunjukkan bahwa penurunan kinerja komponen elektronik sebagian besar disebabkan oleh suhu tinggi di area burner kontrol. Tindakan rekondisi dilakukan dengan mengganti elco yang mengalami penurunan kapasitas dari 100uf/35 volt 85 ◦C ke 100uf/50 volt 105 ◦C agar umur pakai control burner lebih tahan lama atau awet. Setelah dilakukan rekondisi, downtime mengalami penurunan sebesar 77% dan frekuensi pergantian control burner berkurang secara signifikan. Selain itu, kinerja sistem menjadi lebih stabil sehingga dapat meningkatkan efektivitas operasional dan mengurangi biaya pembelian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rekondisi control burner merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan keandalan sistem, menurunkan downtime, memperpanjang umur pakai komponen, dan meningkatkan efisiensi biaya maintenance dan menurunkan value pembelian sparepart control burner.