Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya berbagai permasalahan yang disampaikan anggota Program Keluarga Harapan (PKH), terutama berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga, pengelolaan keuangan dan hubungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan psikoedukasi anggota PKH di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner Google Form yang diisi oleh 50 anggota PKH dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase dengan bantuan SPSS. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung terhadap 14 anggota PKH sebagai data pendukung untuk memperdalam hasil asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan ekonomi keluarga merupakan permasalahan yang paling dominan, yaitu 40 responden (80%), sedangkan konflik keluarga ditemukan sebagai permasalahan pendukung berdasarkan hasil wawancara. Berdasarkan temuan tersebut, kebutuhan psikoedukasi diarahkan pada pengenalan kesulitan ekonomi, pengelolaan keuangan keluarga, serta komunikasi dan penyelesaian konflik keluarga. Hasil asesmen ini menjadi dasar dalam penyusunan materi psikoedukasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anggota PKH.
Copyrights © 2026