ABSTRACT Bullying behavior is still one of the problems frequently encountered in the school environment and has an impact on the social, emotional, and academic development of students. This condition shows the importance of implementing guidance and counseling services that are not only oriented toward behavior change but also integrate local wisdom values as the basis for shaping students' character. One of the relevant local cultural values is Tri Kaya Parisudha, which emphasizes harmony among thoughts (manacika), words (wacika), and deeds (kayika). This study aims to describe the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling in minimizing bullying behavior among students at SMP Negeri 3 Denpasar. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were selected using purposive sampling based on the criterion that students showed a tendency toward bullying behavior. The research data were obtained through observation, bullying behavior questionnaires, documentation, and field notes, and were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling was able to gradually reduce students' tendency toward bullying behavior from the initial condition through Cycle I to Cycle II. These changes were indicated by an increase in students' ability to control their thoughts, words, and actions according to the values of manacika, wacika, and kayika, as well as a reduction in mocking, intimidation, and exclusion of peers. Thus, the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling can serve as an alternative local wisdom-based guidance and counseling service that is effective in creating a safe, harmonious, and bullying-free school environment. ABSTRAK Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah dan berdampak terhadap perkembangan sosial, emosional, serta akademik peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Salah satu nilai budaya lokal yang relevan adalah Tri Kaya Parisudha, yang menekankan keselarasan antara pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha dalam meminimalisir perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 3 Denpasar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria siswa yang menunjukkan kecenderungan perilaku bullying. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 3 Denpasar yang menunjukkan kecenderungan perilaku bullying. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket perilaku bullying, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha mampu menurunkan kecenderungan perilaku bullying siswa secara bertahap dari kondisi awal, Siklus I, hingga Siklus II. Perubahan tersebut ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan siswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan tindakan sesuai nilai-nilai manacika, wacika, dan kayika, serta berkurangnya perilaku mengejek, mengintimidasi, dan mengucilkan teman. Dengan demikian, penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku bullying.
Copyrights © 2026