EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Vol. 6 No. 4 (2026)

ANALISIS MAKNA SIMBOL MOTIF TENUN IKAT MASYARAKAT DESA ILEKIMOK KABUPATEN LEMBATA

Veronika Niga (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka)
Rikardus Pande (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka)
Imelda Oliva Wissang (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka)



Article Info

Publish Date
08 Oct 2026

Abstract

This study examines the symbolic meanings of woven ikat motifs in the Ilekimok village community, Lembata Regency. The objective of this research is to analyze the semiotic structures and uncover the cultural-philosophical values represented through these traditional fabrics. A descriptive qualitative method was employed, focusing on Roland Barthes' semiotic framework encompassing denotation, connotation, and myth dimensions. The data sources comprised 12 focal informants, including traditional weavers, cultural leaders, and community elders selected via a purposive sampling technique. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews, and document analysis validated through expert judgment. The findings revealed four primary ikat motifs in Ilekimok Village: the sun motif symbolizing the primordial source of life for an agrarian society, the timulolon motif representing fertility and harvest fortune, the kebekor motif portraying resilience in securing sustenance through fish iconography, and the ruit motif featuring symmetrical rhombuses reflecting social order, solidarity, and communal cohesion. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji analisis makna simbol motif tenun ikat masyarakat Desa Ilekimok, Kabupaten Lembata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis struktur lambang serta mengungkap nilai filosofis budaya yang direpresentasikan melalui motif kain tradisional tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada interpretasi semiotika Roland Barthes yang mencakup tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Sampel sumber data berjumlah 12 informan yang terdiri atas penenun tradisional, tokoh adat, dan tetua masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen yang telah divalidasi ahli. Hasil penelitian menemukan empat motif utama tenun ikat di Desa Ilekimok, yaitu motif matahari yang melambangkan sumber energi kehidupan alamiah masyarakat agraris, motif timulolon yang merepresentasikan kesuburan dan keberuntungan panen, motif kebekor yang memvisualisasikan ketangguhan mencari rezeki melalui simbol ikan, serta motif ruit berbentuk belah ketupat simetris yang mencerminkan keteraturan sosial, persatuan, dan keteguhan komunal.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

educational

Publisher

Subject

Education Other

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan ...