Sports extracurricular activities in secondary schools frequently prioritize technical skill mastery and athletic achievements while overlooking the systematic internalization of moral values. The limited empirical exploration regarding the integration of ethical values within team sports at rural boarding-based junior high schools establishes the primary research gap of this study. This research aims to identify the implementation process, manifested character education values, and influencing factors within the football extracurricular program at SMPK St. Isidorus Lewotala. A descriptive qualitative case study design was employed. The research subjects were determined using total sampling, incorporating 1 head coach and all 30 students actively enrolled in the football extracurricular program. Data were gathered through participatory field observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation review. Data analysis was executed interactively utilizing Miles and Huberman's framework, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings demonstrate that the extracurricular implementation proceeds through three structured stages: training program planning, tactical-technical practice, and reflective behavioral evaluation. The identified character education values encompass discipline, responsibility, teamwork, sportsmanship, and honesty, which are internalized through coach role modeling, habituation, and direct reflection. Key supporting factors include coach exemplary leadership and adequate sports infrastructure, whereas inhibiting factors involve initial student disciplinary inconsistencies and constrained practice time. Consequently, the football extracurricular program is proven to function not only as athletic skill training but also as a strategic medium for character education in schools. ABSTRAK Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah sering kali hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis dan pencapaian prestasi fisik semata, sementara internalisasi nilai-nilai moral belum teridentifikasi secara sistematis. Keterbatasan eksplorasi mengenai integrasi nilai etika dalam olahraga beregu di tingkat sekolah menengah pertama berbasis asrama daerah menjadi kesenjangan yang melatarbelakangi kajian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan, wujud nilai-nilai pendidikan karakter, serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMPK St. Isidorus Lewotala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus terpancang. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling) yang melibatkan 1 orang pelatih dan seluruh peserta didik anggota ekstrakurikuler sepak bola sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara interaktif mengadopsi model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses pelaksanaan ekstrakurikuler berlangsung melalui tiga tahapan terstruktur, yaitu perencanaan program latihan, pelaksanaan sesi teknik-taktik, dan evaluasi pembinaan sikap. Nilai-nilai pendidikan karakter yang berhasil diidentifikasi mencakup disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan kejujuran yang diinternalisasikan melalui keteladanan pelatih, pembiasaan aturan, dan refleksi bersama. Faktor pendukung utama meliputi keteladanan pelatih dan ketersediaan sarana prasarana sekolah, sedangkan faktor penghambatnya berupa inkonsistensi kedisiplinan awal siswa serta keterbatasan alokasi waktu latihan. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler sepak bola terbukti tidak hanya melatih kemahiran fisik, tetapi juga berfungsi sebagai wahana strategis pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah.
Copyrights © 2026