Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program intervensi aktivitas fisik berbasis integrasi efikasi diri dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan sosial siswa pada pembelajaran PJOK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa serta belum optimalnya kemampuan sosial siswa selama pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain Two Group Pretest-Posttest, melibatkan 60 siswa kelas IV SD 76 Muaro Jambi tahun ajaran 2026/2027 yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui cluster sampling. Kelompok eksperimen memperoleh program intervensi aktivitas fisik berbasis permainan bola voli modifikasi selama enam minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran PJOK konvensional. Data dikumpulkan melalui angket keterlibatan (12 butir) dan kemampuan sosial (20 butir) berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor keterlibatan pada kelompok eksperimen sebesar 13,34 poin dibanding kelompok kontrol sebesar 2,33 poin (t = 9,694; p < 0,001), serta peningkatan skor kemampuan sosial sebesar 22,50 poin dibanding 5,10 poin pada kelompok kontrol (t = 7,334; p < 0,001). Disimpulkan bahwa program intervensi aktivitas fisik berbasis efikasi diri terbukti efektif dan lebih unggul dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan sosial siswa pada pembelajaran PJOK.
Copyrights © 2026