Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan melalui kemampuan kerja pada Bank BRI Palangkaraya. Permasalahan penelitian berangkat dari kebutuhan sektor perbankan untuk mempertahankan kualitas layanan, kecepatan kerja, ketelitian administrasi, dan adaptasi digital melalui penguatan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan 50 karyawan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan kerja, kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kemampuan kerja terbukti memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa program pelatihan akan lebih efektif meningkatkan kinerja apabila diikuti peningkatan pengetahuan kerja, keterampilan teknis, kemampuan menggunakan sistem digital, ketelitian layanan, dan kesiapan menyelesaikan tugas sesuai standar perbankan. Implikasi penelitian mendorong manajemen Bank BRI Palangkaraya untuk mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan jabatan, coaching berkelanjutan, evaluasi pascapelatihan, serta pengukuran kinerja yang terintegrasi dengan pengembangan kemampuan kerja.
Copyrights © 2026