Asertivitas merupakan keterampilan komunikasi psikologis yang memungkinkan individu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara jujur tanpa melanggar hak orang lain. Namun, dalam praktik sosial, individu sering terjebak pada dua respons ekstrem, yaitu kepasifan dan agresivitas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep asertivitas sebagai strategi komunikasi yang adaptif dan relevan dalam konteks budaya kolektivistik, khususnya masyarakat dengan nilai harmoni sosial yang kuat. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah teori-teori psikologi klasik dan kontemporer serta hasil penelitian empiris terkait asertivitas dan kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa asertivitas berperan penting dalam meningkatkan regulasi emosi, kualitas relasi interpersonal, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun demikian, penerapan asertivitas dalam budaya kolektivistik memerlukan penyesuaian agar selaras dengan norma sosial dan nilai budaya setempat. Artikel ini menegaskan bahwa asertivitas yang sensitif budaya dapat menjadi jalan tengah yang bijak antara diam dan perilaku agresif, sekaligus berkontribusi pada kohesi sosial dan kesehatan mental individu.
Copyrights © 2026