Kerentanan moral Generasi Z akibat paparan konten digital yang tidak terkendali di berbagai platform media sosial melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian bertujuan mengkaji konsep ghadhdhul bashar dalam QS. Al-Nur ayat 30, menganalisis relevansinya terhadap perilaku konsumsi media digital Generasi Z, serta merumuskan model “Scrolling dengan Iman” sebagai strategi Pendidikan Agama Islam bagi ketahanan moral Generasi Z di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tahlili, menelusuri kitab tafsir, jurnal nasional dan internasional, serta dokumen resmi lembaga seperti KPAI dan APJII, yang dianalisis melalui tahap identifikasi sumber, klasifikasi tema, interpretasi tafsir, kontekstualisasi digital, hingga perumusan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ghadhdhul bashar mengandung tiga prinsip yang saling berkaitan, yaitu selektivitas pandangan, penjagaan diri yang aktif dan berkelanjutan, serta orientasi penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), yang secara struktural relevan dengan pola scrolling digital Generasi Z. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan model “Scrolling dengan Iman” yang terdiri atas tiga komponen operasional, yaitu selektivitas konten sebagai realisasi ghadhdhul bashar, manajemen waktu digital sebagai implementasi hifzul farj, dan refleksi Islami (muhasabah) sebagai orientasi azka. Model ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai strategi konkret penguatan ketahanan moral Generasi Z di ruang digital.
Copyrights © 2026