Burnout telah menjadi salah satu masalah yang dapat menghambat kinerja dan kesejahteraan karyawan, khususnya pada industri padat karya. Beban kerja yang berlebihan dan ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadap burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan work-life balance terhadap burnout karyawan di Carafam Global Garmindo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh 45 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, dengan koefisien regresi sebesar 0,710, nilai t sebesar 4,379, dan signifikansi <0,001. Work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout, dengan koefisien regresi sebesar -0,575, nilai t sebesar -3,516, dan signifikansi sebesar 0,001. Kedua variabel independen secara bersama-sama menjelaskan 3,1% variasi burnout, sedangkan 96,9% lainnya dijelaskan oleh faktor di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan beban kerja secara proporsional serta penerapan work-life balance melalui pengaturan waktu kerja dan istirahat yang memadai untuk membantu mengurangi burnout karyawan.
Copyrights © 2026