Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana perencanaan strategis dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) memengaruhi kinerja pegawai pada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebagai institusi yang berperan krusial dalam menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, kinerja aparatur di Bawaslu menjadi hal yang penting untuk ditelaah secara mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah 34 orang, yang sekaligus dijadikan sebagai populasi dan sampel (metode sensus). Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Metode ini dipilih karena dinilai sesuai untuk jumlah sampel yang relatif kecil serta tidak mengharuskan data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan strategis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,510 (t = 5,124; p < 0,05). Selain itu, pengembangan SDM juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien jalur sebesar 0,445 (t = 4,318; p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebesar 68,1% variasi dalam kinerja pegawai (R² = 0,681), serta menunjukkan tingkat relevansi prediktif yang baik (Q² = 0,421). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan strategis yang sistematis serta pelaksanaan program pengembangan SDM yang konsisten dan berkesinambungan.
Copyrights © 2026