Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (BK), khususnya melalui konseling online. Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital memiliki karakteristik yang dekat dengan penggunaan media komunikasi berbasis internet, sehingga konseling online menjadi alternatif layanan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling online pada Generasi Z dalam konteks layanan BK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik dan konselor yang pernah melaksanakan layanan konseling online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling online dinilai efektif karena memberikan kemudahan akses, fleksibilitas waktu, meningkatkan kenyamanan peserta didik dalam mengungkapkan masalah, serta mempermudah komunikasi antara konselor dan konseli. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet, kurang optimalnya ekspresi nonverbal, serta tantangan menjaga kerahasiaan data konseli. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling online dapat menjadi inovasi layanan BK yang efektif bagi Generasi Z apabila didukung oleh kompetensi digital konselor, etika profesional, dan sarana teknologi yang memadai.
Copyrights © 2026