Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Kembangbilo (Sikembang) Berbasis Website sebagai Inovasi Layanan Kesehatan Komunitas di Desa Kembangbilo

Hyan Oktodia Basuki (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Mei Widyawati (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Hanim Nur Fa'izah (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Dyah Pitaloka (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Suhartono Suhartono (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Ahmad Daniel (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Ananda Khoirunnisa (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Della Mahartika Febriana (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)
Ahmad Bagus Eka Mahardika (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban)



Article Info

Publish Date
22 Sep 2026

Abstract

Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban menghadapi berbagai permasalahan kesehatan komunitas yang signifikan, meliputi hipertensi tidak terkontrol, rendahnya pemanfaatan posyandu lansia, ditemukannya jentik nyamuk pada 52,6% rumah, dan defisit pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sistem pencatatan kesehatan yang masih bersifat manual menyebabkan keterlambatan pelaporan dan lemahnya pemantauan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan Kembangbilo (SIKEMBANG) berbasis website sebagai inovasi layanan kesehatan komunitas yang dapat diakses melalui https://s.id/sikembang. SIKEMBANG merupakan platform digital terintegrasi yang memungkinkan kader kesehatan melakukan pencatatan pemantauan tekanan darah, kehadiran posyandu lansia, survei jentik nyamuk, dan checklist PHBS secara real-time. Metode pelaksanaan meliputi pengkajian komunitas, pengembangan platform, pelatihan kader, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% kader mampu mengoperasikan SIKEMBANG secara mandiri setelah pelatihan, terjadi peningkatan keaktifan lansia di posyandu, dan pelaporan data kesehatan menjadi lebih tertib dan terstruktur. Faktor pendorong keberhasilan meliputi tingginya kepemilikan smartphone kader dan motivasi perubahan, sedangkan hambatan utama adalah sinyal internet yang tidak stabil dan budaya risk aversion. SIKEMBANG terbukti efektif sebagai inovasi digital yang meningkatkan efisiensi sistem pelaporan kesehatan komunitas dan dapat menjadi model replikasi bagi desa lain.

Copyrights © 2026