Kemampuan komunikasi matematis diperlukan siswa untuk memahami dan menyampaikan gagasan selama proses pemecahan masalah. Keterkaitan kedua kemampuan tersebut perlu diteliti untuk memperoleh bukti empiris terkait keterhubungan kemampuan komunikasi matematis terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola hubungan kemampuan komunikasi matematis terhadapĀ pemecahan masalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Telaga. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan jenis desain penelitian korelasional. Populasi pada kajian mencakup 239 siswa kelas VIII dan sampel penelitian diperoleh 71 siswa yang ditetapkan dengan menerapkan teknik stratified random sampling. Data diperoleh melalui tes uraian berbentuk soal pemecahan masalah untuk mendapatkan data kemampuan komunikasi matematis tertulis dan kemampuan pemecahan masalah, serta wawancara sebagai sumber data kemampuan komunikasi matematis lisan. Data dianalisis melalui uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian mengindikasikan adanya pola hubungan yang linear, berarah positif, kuat, serta signifikan antara kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi mencapai 0,676 dan nilai signifikansi 0,001. Koefisien determinasi mencapai 45,70% menunjukkan adanya keterkaitan kemampuan komunikasi matematis tertulis dengan 45,70% variasi pada kemampuan pemecahan masalah, sedangkan 54,30% berkaitan dengan berbagai faktor lain yang tidak termasuk pada variabel yang diteliti. Temuan menunjukkan bahwa siswa dengan skor komunikasi matematis tertulis lebih tinggi cenderung memiliki skor pemecahan masalah lebih tinggi.
Copyrights © 2026