Meningkatnya prevalensi depresi secara global maupun nasional menunjukkan urgensi penyediaan lingkungan pemulihan yang lebih holistik dan mudah diakses. Pendekatan layanan kesehatan mental yang masih didominasi aspek kuratif dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan pemulihan yang bersifat preventif, sosial, dan emosional. Di sisi lain, kualitas lingkungan fisik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan penerapan pendekatan biophilic design dalam perancangan interior community space sebagai lingkungan pendukung pemulihan depresi yang bersifat non-klinis, humanis, dan suportif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis konsep desain, dengan mengkaji elemen-elemen biophilic seperti pencahayaan alami, vegetasi, material alami, serta pola ruang yang terinspirasi dari alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen biophilic dalam pengolahan interior—meliputi warna, material, pencahayaan, sirkulasi, dan tata ruang—mampu menciptakan suasana yang menenangkan, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung kesejahteraan psikologis pengguna. Selain itu, perancangan community space yang mengakomodasi aktivitas interaksi sosial, relaksasi, dan ekspresi diri berpotensi menjadi alternatif ruang pemulihan depresi yang efektif. Dengan demikian, pendekatan biophilic design dapat menjadi strategi desain interior yang relevan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan mental secara komprehensif.
Copyrights © 2026