Ketiadaan stasiun pemantau otomatis di Kota Binjai membatasi ketersediaan informasi spasial kualitas udara untuk pengambilan keputusan pengendalian pencemaran. Penelitian ini membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis WebGIS untuk mengevaluasi kualitas udara Kota Binjai melalui pemetaan sebaran spasial kontinu dan rekomendasi penanganannya. Data lima parameter pencemar (NO₂, SO₂, CO, O₃, dan Aerosol Index) diekstraksi dari citra satelit Sentinel-5P TROPOMI via Google Earth Engine. Pembobotan multi-parameter dianalisis menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) berbasis rasio Nilai Ambang Batas (NAB) resmi ISPU Kepdal 107/1997, sedangkan peta sebaran spasial dihasilkan melalui geostatistical analysis menggunakan metode Ordinary Kriging. Perhitungan ANP menghasilkan bobot AAI (41,16%), O₃ (26,28%), SO₂ (16,92%), NO₂ (15,44%), dan CO (0,21%) dengan Consistency Ratio konsisten sempurna (CR = 0,0000). Pengujian black box mengonfirmasi 100% fungsi sistem berbasis PHP Native dan Leaflet.js berjalan sesuai rancangan. SPK ini berhasil menyajikan zonasi kualitas udara interaktif beserta rekomendasi rule-based yang siap dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai.
Copyrights © 2026