Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, memiliki topografi perbukitan hingga pegunungan yang rentan longsor, sedangkan analisis kerawanan sebelumnya umumnya memakai skoring dengan batas kelas tegas dan berhenti pada peta statis. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran risiko longsor dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis Geographic Information System (GIS) dengan metode Fuzzy Multi-Criteria Decision Making (Fuzzy-MCDM). Lima kriteria digunakan, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak terhadap jalan, dengan bobot awal 0,30; 0,25; 0,20; 0,15; dan 0,10. Nilai tiap kriteria difuzzifikasi menggunakan fungsi keanggotaan linear naik, linear turun, dan nilai kategori, lalu diagregasi menjadi indeks risiko pada 10 titik data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo. Hasil menunjukkan 3 titik (30%) berada pada zona risiko tinggi dan 7 titik (70%) pada zona sedang, tanpa titik pada zona rendah. Indeks tertinggi terdapat di Lereng Doulu (P09) sebesar 0,7198, dengan kemiringan lereng sebagai kontributor terbesar (rata-rata 35% dari indeks). Analisis sensitivitas pada empat skenario bobot alternatif menunjukkan jumlah titik zona tinggi berkisar 1–4 sehingga bobot perlu dikalibrasi dengan pendapat ahli. Sistem WebGIS berbasis PHP, MySQL, dan Leaflet.js yang dibangun lulus 11 skenario pengujian black box. Sistem ini dapat membantu penentuan prioritas mitigasi, dengan keterbatasan jumlah data dan belum adanya validasi statistik formal.
Copyrights © 2026