Perkembangan media sosial telah mengubah cara wisatawan memperoleh informasi, membentuk persepsi, serta mengambil keputusan dalam melakukan perjalanan wisata. Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia mengalami peningkatan eksposur melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook yang berkontribusi terhadap meningkatnya minat kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh media sosial terhadap tourism behavior wisatawan di Labuan Bajo melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2026. Literatur dipilih berdasarkan relevansi terhadap topik media sosial, perilaku wisatawan (tourism behavior), pemasaran destinasi, dan pengembangan pariwisata Labuan Bajo. Analisis dilakukan secara deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku wisatawan pada setiap tahapan perjalanan (pre-trip, during-trip, dan post-trip). Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kesadaran destinasi (destination awareness), citra destinasi (destination image), motivasi berkunjung, pengambilan keputusan perjalanan, pengalaman wisata, hingga niat untuk melakukan kunjungan ulang (revisit intention) dan penyebaran electronic word of mouth (e-WOM). Selain itu, konten yang dihasilkan pengguna (user-generated content), kredibilitas influencer, kualitas informasi, serta interaktivitas platform menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku wisatawan dalam memilih Labuan Bajo sebagai destinasi wisata. Namun demikian, beberapa literatur juga mengidentifikasi dampak negatif berupa overtourism, perilaku wisata yang berorientasi pada pencarian konten visual (Instagrammable tourism), serta meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran digital yang berkelanjutan dengan menyeimbangkan promosi destinasi dan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur mengenai hubungan media sosial dan perilaku wisatawan, sekaligus menjadi referensi bagi pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata Labuan Bajo.
Copyrights © 2026