Digitalisasi pelayanan publik di Puskesmas Sawo mengubah cara pegawai menjalankan administrasi, mengelola data, dan memberikan pelayanan, sehingga kebutuhan kompetensi tidak lagi terbatas pada kemampuan profesi tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan sistem digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kompetensi pegawai, hambatan yang dihadapi, serta peran kompetensi dalam mendukung pelayanan berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif di Puskesmas Sawo, Kabupaten Nias Utara, dengan lima informan yang mewakili pimpinan, tata usaha, koordinator pelayanan, pengguna sistem digital, dan operator sistem informasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui open coding, axial coding, selective coding, serta verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi berlangsung melalui pelatihan, uji kompetensi, pengarahan, dukungan pimpinan, pendampingan, pembelajaran dari rekan kerja, dan pengalaman langsung. Kompetensi digital belum merata dan pelaksanaan pelayanan masih dipengaruhi gangguan jaringan, listrik, serta aplikasi. Temuan menegaskan bahwa pengembangan kompetensi perlu dipahami sebagai proses berkelanjutan yang memadukan pelatihan formal dan pembelajaran di tempat kerja agar pegawai lebih adaptif terhadap digitalisasi pelayanan.
Copyrights © 2026