The results of this study focused on proving that there is an influence between efikasi diri and career maturity in students of SMAN 6 Malang. The goal is to provide an illustration that high school students can also focus on their career maturity, not only vocational high school students who are indeed required to focus on their careers. Through accidental sampling, 32 students were obtained who participated in a career training program that focused on the application of career maturity and strengthening students' efikasi diri. Based on this career training activity, it was found that students had career maturity and efikasi diri as much as 68.75% in the moderate category. This means that SMAN 6 students have good career maturity and efikasi diri, even though it is not yet apparent because they are still relatively new to the high school level. This study was able to prove that efikasi diri can explain the emergence of career maturity in high school students, as much as 51.2% of the remaining factors and aspects were not explained in this study. Therefore, this is one proof that students' career maturity can be increased by strengthening efikasi diri so they can undergo learning that is in accordance with their intended career. Therefore, schools can facilitate students with various career training. One of them is competency-based career strengthening training because it strengthens students' career maturity and efikasi diri. Abstrak Pada tingkat Sekolah Menengah Akhir, kematangan karier sering tidak menjadi fokus utama sekolah dalam membina siswanya, sementara karier seharusnya terkait ketika siswa memutuskan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi (PT). Melalui efikasi diri siswa selama pendidikan di sekolah, kematangan karier itu akan tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa efikasi diri yang dibentuk oleh siswa SMA dapat meningkatkan kematangan karier. Melalui accidental sampling, didapatkan 32 siswa baru yang mengikuti program pelatihan karier yang berfokus pada penerapan kematangan karier dan penguatan efikasi diri siswa. Berdasarkan kegiatan pelatihan karier ini, didapatkan bahwa siswa memiliki kematangan karier dan efikasi diri sebanyak 68,75% berada pada kategori sedang. Artinya, siswa telah memiliki kematangan karier dan efikasi diri yang baik walaupun memang belum tampak karena masih terbilang baru memasuki jenjang SMA. Penelitian ini mampu membuktikan bahwa efikasi diri dapat menjelaskan munculnya kematangan karier pada siswa SMA sebesar 51,2% sisanya merupakan faktor maupun aspek yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kematangan karier, siswa membutuhkan penguatan efikasi diri agar dapat menjalani proses pembelajaran yang sesuai dengan karier yang dituju. Implikasinya, sekolah dapat memfasilitasi siswa dengan berbagai pelatihan karier, salah satunya adalah pelatihan penguatan karier berdasarkan kompetensi siswa dalam memperkuat kematangan karier dan efikasi diri siswa.
Copyrights © 2026