Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan yang tepat untuk mencapai keberhasilan terapi. Ketidaktepatan penggunaan obat dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian, kategori, dan persentase DRPs pada penggunaan obat TB paru pasien rawat jalan di RSUD X periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien TB paru dewasa usia 18–59 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Cipolle yang meliputi perlunya tambahan obat, obat tanpa indikasi, dosis terlalu rendah, dan dosis terlalu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki lebih banyak yaitu 42 pasien (52,5%), dengan kelompok usia terbanyak 48–57 tahun sebanyak 25 pasien (31,25%). Dari 80 pasien, ditemukan 13 pasien (16,25%) mengalami DRPs, terdiri atas obat tanpa indikasi sebanyak 7 pasien (8,75%) dan dosis terlalu rendah sebanyak 6 pasien (7,5%). Sementara itu, kategori perlunya tambahan obat dan dosis terlalu tinggi tidak ditemukan. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien tidak mengalami DRPs, namun masih ditemukan permasalahan terkait ketepatan indikasi dan dosis obat yang memerlukan evaluasi untuk mendukung keberhasilan terapi TB paru.
Copyrights © 2026