Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan agribisnis sapi perah, termasuk di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, yang memiliki populasi 2.028 ekor sapi perah pada tahun 2024. KUD Kertajaya sebagai koperasi penampung susu telah berkembang dan mampu memasok hingga 22 ton susu per hari ke PT. Nestlé Indonesia. Namun, koperasi menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada satu bidang usaha dan meningkatnya jumlah pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan koperasi. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT, melalui matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal koperasi lebih dominan dengan skor IFE 2,61 dibandingkan kelemahannya dengan skor 1,33, namun menghadapi tekanan eksternal yang signifikan dengan skor ancaman 1,80 lebih tinggi dari skor peluang 1,70. Analisis matriks IE menempatkan koperasi pada posisi Grow and Build. Hasil matriks SWOT menunjukkan koperasi terletak pada kuadran II yang mendorong strategi ST, seperti diversifikasi produk dan pasar. Strategi prioritas yang direkomendasikan berdasarkan analisis QSPM meliputi inovasi produk berbasis teknologi dengan nilai TAS 6,34.
Copyrights © 2026