Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar perlu dirancang secara aktif dan menyenangkan agar mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, hasil observasi awal di kelas IV SDN Bunulrejo 2 menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang aktif, kurang antusias, dan mudah merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Teams Games Tournament (TGT) serta mengeksplorasi perubahan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas IV dan guru PJOK yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT melalui tahap penyajian materi, pembentukan kelompok, permainan, turnamen, dan penghargaan kelompok menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan partisipatif. Siswa menunjukkan peningkatan antusiasme, keaktifan, fokus, keberanian berpartisipasi, serta keterlibatan dalam kegiatan kelompok. Model TGT juga mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa melalui kegiatan diskusi, saling membantu, dan memberikan dukungan. Kendala utama yang ditemukan adalah suasana pembelajaran yang menjadi lebih ramai karena tingginya antusiasme siswa, sehingga guru perlu meningkatkan pengelolaan kelas. Disimpulkan bahwa implementasi TGT dapat menjadi alternatif pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif untuk mendukung motivasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani di sekolah dasar. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.
Copyrights © 2026