Irawan Bagus Satriyo
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PJOK MATERI KEBUGARAN JASMANI KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Tito Maulana Ridwan; Dedi Prestiadi; Irawan Bagus Satriyo
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.6993

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar perlu dirancang secara aktif dan menyenangkan agar mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, hasil observasi awal di kelas IV SDN Bunulrejo 2 menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang aktif, kurang antusias, dan mudah merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Teams Games Tournament (TGT) serta mengeksplorasi perubahan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas IV dan guru PJOK yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT melalui tahap penyajian materi, pembentukan kelompok, permainan, turnamen, dan penghargaan kelompok menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan partisipatif. Siswa menunjukkan peningkatan antusiasme, keaktifan, fokus, keberanian berpartisipasi, serta keterlibatan dalam kegiatan kelompok. Model TGT juga mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa melalui kegiatan diskusi, saling membantu, dan memberikan dukungan. Kendala utama yang ditemukan adalah suasana pembelajaran yang menjadi lebih ramai karena tingginya antusiasme siswa, sehingga guru perlu meningkatkan pengelolaan kelas. Disimpulkan bahwa implementasi TGT dapat menjadi alternatif pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif untuk mendukung motivasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani di sekolah dasar. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.
ANALISIS PENERAPAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PJOK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR PADA MATERI GERAK DASAR LARI Novita Khoirunnisa; Dedi Prestiadi; Irawan Bagus Satriyo
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.6994

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada materi gerak dasar lari. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas III SDN Bunulrejo 2 memiliki antusiasme dan partisipasi yang rendah serta mudah merasa bosan selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK materi gerak dasar lari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 28 siswa kelas III dan guru PJOK. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penerapan TGT terdapat perubahan positif pada motivasi belajar siswa yang terlihat dari meningkatnya antusiasme, perhatian, keaktifan, partisipasi, kepercayaan diri, keterlibatan, dan kerja sama. Kegiatan kelompok, permainan, dan turnamen menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Meskipun terdapat kendala berupa suasana pembelajaran yang lebih ramai dan perbedaan kemampuan fisik siswa, kendala tersebut dapat dikelola melalui pengaturan kelas dan pendampingan guru. Dengan demikian, TGT dapat menjadi alternatif pembelajaran PJOK yang mendukung motivasi belajar siswa sekolah dasar.
ANALISIS TANTANGAN GURU PJOK DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA PEMBELAJARAN SEPAK BOLA KELAS V SEKOLAH DASAR Mohammad Asyfiya Hamida Rodyansah; Dedi Prestiadi; Irawan Bagus Satriyo
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.6998

Abstract

Pembelajaran sepak bola di sekolah dasar menghadirkan berbagai tantangan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), terutama karena perbedaan kemampuan teknik dasar siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan guru PJOK dalam menerapkan model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran sepak bola kelas V sekolah dasar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap keaktifan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 27 siswa kelas V dan guru PJOK di SDN Bunulrejo 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama guru meliputi heterogenitas kemampuan siswa, pengelolaan kelas yang lebih kompleks, keterbatasan sarana dan waktu, serta kepercayaan diri siswa. Guru mengatasinya melalui pembentukan kelompok heterogen, pendampingan, modifikasi permainan, pemberian motivasi, dan optimalisasi sarana. Penerapan TGT juga meningkatkan keaktifan gerak, keberanian, kerja sama, dan partisipasi siswa. Disimpulkan bahwa keberhasilan TGT sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik, manajerial, kreativitas, dan fleksibilitas guru dalam mengelola pembelajaran.