Kesehatan mental remaja rentan dipengaruhi stres psikososial seperti bullying dan body shaming. Penelitian ini menggambarkan perilaku bullying dan body shaming, dampaknya terhadap kesehatan mental, motivasi belajar, kehadiran siswa, serta peran guru bimbingan konseling di SMA Negeri 6 Sigi. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melibatkan tujuh informan, yaitu satu guru, tiga siswa korban, dan tiga teman sebaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara matriks dan tematik. Temuan menunjukkan bahwa ejekan verbal dan komentar mengenai penampilan fisik dianggap sebagai candaan, tetapi menimbulkan kesedihan, kecemasan, penurunan harga diri, gangguan tidur, penarikan diri, penurunan motivasi, dan keengganan hadir di sekolah. Pemahaman siswa mengenai perlindungan hukum masih terbatas. Guru bimbingan konseling memberi dukungan psikologis, motivasi, dan ruang komunikasi, tetapi penerapan kebijakan sekolah perlu diperkuat melalui pemantauan, edukasi, dan intervensi anti-bullying yang konsisten.
Copyrights © 2026