Penelitian ini bertujuan menganalisis pola diskursus politik digital dalam komentar pengguna Instagram Good News From Indonesia (GNFI) dengan pendekatan analisis korpus. Data penelitian berupa komentar pengguna pada unggahan bertema politik yang dikumpulkan, disusun secara kronologis, dan diolah menjadi satu korpus digital. Analisis dilakukan menggunakan Voyant Tools melalui fitur Cirrus, TermsBerry, Trends, Documents, dan Bubblelines untuk mengidentifikasi frekuensi kata, relasi semantik, karakteristik linguistik, serta distribusi istilah dalam korpus. Hasil penelitian menunjukkan dominasi istilah “bukti”, “pernyataan”, “tindakan”, “presiden”, dan “pihak” yang memperlihatkan kuatnya perhatian warganet terhadap validitas informasi, evaluasi pernyataan, dan tindakan aktor politik. Relasi antarterm serta distribusinya dalam korpus mengindikasikan alur diskursif verifikasi–evaluasi–tuntutan akuntabilitas, ketika perhatian terhadap bukti berkembang menuju evaluasi atas pernyataan dan tuntutan terhadap tindakan. Distribusi istilah berdasarkan urutan kronologis komentar juga memperlihatkan perubahan penekanan dari persoalan validitas informasi menuju evaluasi pernyataan dan tindakan politik. Diskursus menunjukkan kecenderungan personalisasi ketika evaluasi terhadap kebijakan dan tindakan diarahkan kepada figur politik yang diasosiasikan dengannya. Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar GNFI tidak hanya menjadi ruang respons terhadap informasi, tetapi juga menjadi ruang negosiasi makna tempat legitimasi politik dipertanyakan dan dinegosiasikan melalui interaksi pengguna. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi politik digital dengan mengidentifikasi alur diskursif verifikasi–evaluasi–tuntutan akuntabilitas sebagai salah satu pola pembentukan legitimasi serta menunjukkan bahwa evaluasi pengguna terhadap informasi, pernyataan, tindakan, dan figur politik menjadi bagian penting dalam proses negosiasi legitimasi di ruang digital. The development of social media has transformed political communication from institutional arenas into fluid, personal, and emotionally driven digital public spaces. This study examines how digital political discourse is constructed within Instagram comment sections through a case study of the GNFI account. Grounded in the perspectives of digital political communication, political personalization, digital public sphere, and network society theory, this research employs a qualitative approach using corpus-based digital text analysis. Comment data were extracted, cleaned, and analyzed using Voyant Tools through Cirrus, TermsBerry, Trends, Documents, and Bubblelines features. The findings reveal that political discourse in the comment section is highly figurative, personal, and emotionally oriented. Political figures emerge as the central source of meaning, while institutions and policies remain secondary. Discourse is largely driven by reactions to political statements and reinforced by algorithmic dynamics that amplify emotional resonance. The comment section functions as an aspirational arena where the public negotiates legitimacy, expresses collective emotions, and constructs political expectations. These results highlight Instagram comment sections as a critical locus for understanding the transformation of contemporary digital political communication in Indonesia.
Copyrights © 2026