Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami tekanan akademik, emosional, dan sosial selama penyelesaian skripsi, yang dapat berkembang menjadi depresi dan ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir di STIKes RS Husada Jakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan seluruh mahasiswa tingkat akhir sebanyak 69 orang melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan Beck Scale for Suicidal Ideation (BSSI), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa kategori depresi terbanyak adalah depresi sedang (36,2%). Sebagian besar responden memiliki risiko ide bunuh diri rendah (95,7%), sedangkan 4,3% berada pada risiko tinggi. Uji Spearman Rank menghasilkan p = 0,01 dan r = 0,309, yang menunjukkan hubungan positif, signifikan, dengan kekuatan lemah hingga sedang. Semakin tinggi tingkat depresi, semakin besar kecenderungan munculnya ide bunuh diri. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining, konseling, dan dukungan psikologis bagi mahasiswa tingkat akhir.
Copyrights © 2026