Pendahuluan: Ginjal berperan penting dalam menjaga komposisi darah, mengeluarkan zat sisa metabolisme, dan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Menurut WHO, jumlah penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) secara global meningkat hingga lebih dari 843,6 juta orang pada tahun 2021. Di Indonesia, terdapat 638.178 kasus gagal ginjal kronis atau sekitar 0,18% dari total populasi (SKI, 2023), sedangkan di Provinsi Lampung prevalensinya sebesar 0,30% atau 21.021 kasus. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUDAM Provinsi Lampung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 674 pasien GGK dengan sampel 88 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dan teknik insidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 55 responden (62,5%) mengalami GGK. Terdapat hubungan usia (p=0,001), jenis kelamin (p=0,001), riwayat genetik (p=0,001), hipertensi (p=0,001), diabetes mellitus (p=0,001), dan kebiasaan merokok (p=0,001) dengan kejadian gagal ginjal kronik. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia, jenis kelamin, riwayat genetik, hipertensi, diabetes mellitus, dan kebiasaan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik.
Copyrights © 2026