Gulma merupakan salah satu faktor pembatas produksi wortel sehingga identifikasi gulma dominan diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis gulma dominan pada lahan wortel (Daucus carota L.) berdasarkan posisi terasering di Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di lahan budidaya wortel dengan dua posisi terasering, yaitu bagian bawah (970 mdpl) dan bagian atas (1.067 mdpl). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode analisis vegetasi, sedangkan identifikasi dan analisis sampel gulma dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan dominansi gulma berbeda pada kedua posisi terasering. Gulma dominan pada teras bawah berdasarkan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) adalah Ageratum conyzoides, Panicum repens, Eleusine indica, dan Ludwigia palustris, sedangkan pada teras atas didominasi oleh Ageratum conyzoides, Eleusine indica, dan Cyperus rotundus. Nilai indeks keanekaragaman gulma (H') tergolong sedang, yaitu 2,273 pada teras bawah dan 1,934 pada teras atas. Koefisien kesamaan komunitas gulma sebesar 53,76% menunjukkan tingkat kesamaan spesies yang sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi terasering memengaruhi komposisi dan dominansi gulma sehingga strategi pengendalian gulma perlu disesuaikan dengan karakteristik gulma pada masing-masing posisi lahan.
Copyrights © 2026