Perundungan (bullying) merupakan tindakan agresif berulang yang merusak kondisi fisik dan psikologis siswa, khususnya kelas VII yang berada pada masa transisi penyesuaian sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi bahaya perundungan, mendukung penciptaan lingkungan sekolah yang aman, serta memfasilitasi ekspresi emosi dan refleksi diri siswa melalui media Pohon Harapan. Program dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 di SMP Negeri 48 Samarinda melibatkan 125 siswa Kelas VII dengan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif. Tahapan kegiatan mencakup sosialisasi pleno, diskusi interaktif dalam 12 kelompok kecil bersama fasilitator, dan refleksi tertulis. Evaluasi kualitatif dilakukan melalui observasi langsung dan analisis tematik sederhana terhadap hasil refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan (verbal, fisik, relasional, cyber) serta tumbuhnya kesadaran untuk tidak menjadi bystander pasif. Analisis terhadap 125 sticky notes pada Pohon Harapan merekam 80% pesan terkait dinamika pertemanan dan 20% mengenai ekspresi emosi serta masalah keluarga. Kesimpulannya, media Pohon Harapan efektif menjadi sarana refleksi diri dan ekspresi emosi siswa secara aman tanpa rasa takut dihakimi.
Copyrights © 2026