Infeksi kulit yang bermula dari luka kecil dapat memicu invasi bakteri seperti Staphylococcus aureus sehingga diperlukan pengobatan topikal yang efektif. Daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol daun binahong ke dalam sediaan gel dengan variasi konsentrasi CMC-Na dan HPMC, mengevaluasi sifat fisiknya, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan enam formula gel (F0-F5) yang memiliki variasi rasio CMC-Na dan HPMC. Evaluasi sifat fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap formula optimum. Rendemen ekstrak sebesar 12,96% dan seluruh parameter standarisasi simplisia maupun ekstrak memenuhi persyaratan mutu. Skrining fitokimia menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Formula F2 (CMC-Na 2%, HPMC 2%) menunjukkan karakteristik fisik paling optimal dengan pH 5,99-6,31, daya sebar 6,15 cm, dan daya lekat 3,70 detik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan F2 menghasilkan zona hambat 7,18 ± 0,72 mm (kategori sedang), lebih tinggi dibanding basis F0 (1,90 ± 0,85 mm), namun masih di bawah kontrol positif klindamisin fosfat 1% (11,92 ± 1,90 mm). Analisis One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok (p<0,05). Ekstrak etanol daun binahong dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dengan sifat fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
Copyrights © 2026