Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan budaya belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerja sama dengan SD Muhammadiyah 2 Surabaya untuk merancang, memasang, dan mengevaluasi penggunaan Tempat Sampah Pintar berbasis mikrokontroler Arduino dan sensor ultrasonik sebagai sarana edukatif sekaligus operasional dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan yang mencakup analisis kebutuhan dan perancangan prototipe, pelaksanaan yang mencakup pembuatan alat, instalasi, serta edukasi dan pendampingan siswa dan guru, dan monitoring evaluasi yang mencakup pengujian teknis, pengukuran pengetahuan siswa, serta diseminasi hasil. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa integrasi teknologi tempat sampah pintar dengan edukasi lingkungan memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa dan mendukung peningkatan pengetahuan serta praktik pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Program ini juga menghasilkan prototipe tempat sampah pintar yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi pada konteks sekolah dasar lainnya. Kendala yang ditemui berupa keterbatasan ketahanan perangkat terhadap cairan serta kebutuhan pendampingan teknis bagi pihak sekolah untuk perawatan alat secara mandiri. Dampak kegiatan ini tidak hanya terlihat pada aspek pengetahuan dan perilaku, tetapi juga pada tumbuhnya rasa ingin tahu siswa terhadap sains dan teknologi serta penguatan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Program lanjutan direkomendasikan mencakup penguatan casing anti air pada perangkat, pelatihan perawatan alat bagi guru dan staf sekolah, serta replikasi model ini pada sekolah dasar lain untuk memperluas dampak pendidikan lingkungan berbasis teknologi di Indonesia.
Copyrights © 2026