Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Perilaku Home Service Orang Tua terhadap Perkembangan Kemandirian dan Tanggung Jawab Anak Gusmaniarti, Gusmaniarti; Suweleh, Wardah
Aulad : Journal on Early Childhood Vol 2 No 1 (2019): April, 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.02 KB) | DOI: 10.31004/aulad.v2i1.17

Abstract

Penelitian ini  memfokuskan pada analisa perilaku orang tua terhadap anak dengan menggunakan metode problem-based di sebuah Lembaga TK Insan cendekia Grabagan tulangan. Perilaku  home service yang berlebihan di lakukan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan perilaku mandiri dan tanggungjawab anak.yang terlihat jelas di lingkungan sekolah. Tahapan pengamatan yang lakukan peneliti melibatkan pengembangan materi, validasi ahli dan pengujian lapangan berbasis karakter anak. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner.  Hasil penelitian  menggambarkan bahwa  dari 50 siswa paud yang ber umur 5 sampai 6 tahun 80% persen kegiatan kesiapan berangkat sekolah di layani oleh orang tua,90% kegiatan merapikan kamar secara sederhana di lakukan orang tua, 60% aktifitas merapikan permainan di rumah dilakukan orang tua. Data analisis di lakukan secara kualitatif deskriptif.
Pengaruh Permainan Maze Angka Terhadap Kemamapuan Berhitung Anak Kelompok B Maghfiroh, Sholihatul; Abidin, Ratno; Suweleh, Wardah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.054 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1252

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimotivasi kurangnya kemampuan anak untuk menghitung. Karena belajar kurang atraktif. Salah satu pembelajaran menarik menggunakan angka permainan labirin. Tujuan penelitian ini menentukan apakah ada pengaruh permainan angka labirin yang untuk keterampilan anak. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen (dengan menggunakan labirin permainan angka) dan kelas kontrol (tanpa menggunakan gambar labirin) Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan Desain Eksperimental Pree untuk One-Group-Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 anak-anak. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji t (uji t) diolah dengan menggunakan SPSS 20. Dimana jika t hitung> t tabel yang menunjukkan hasil signifikan memberi pengaruh antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan pada saat preetest dan posttest dengan permainan labirin nomor diperoleh preetest dengan nilai rata-rata 10.2 dan rata-rata 15.70 posttest. Hasil uji t diperoleh t = 12,833 dan t tabel = 1,686 hasil keputusan, yaitu: H1 diterima thitung> t tabel (12,833> 1,686), H0 ditolak karena t hitung <ttabel (12,833 <1,686). Game labirin nomor itu mempengaruhi kemampuan menghitung jumlah anak di kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 58 Surabaya. Permainan angka labirin bisa membantu anak memahami pengetahuan dasar perkembangan kognitif dalam hal keterampilan berhitung.Kata kunci: Maze Game Of Numbers, Numeracy Skill
Media Game Edukasi Berbasis Budaya untuk Pembelajaran Pengenalan Bilangan pada Anak Usia Dini Dwi Songgo Panggayudi; Wardah Suweleh; Pramudana Ihsan
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 2, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.807 KB) | DOI: 10.30651/must.v2i2.883

Abstract

Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang perkembangannya dipengaruhi oleh konteks sosial budaya. Oleh karena itu, sangat mungkin pembelajaran matematika dengan mengintegrasikannyadengan budaya. Pengintegrasian ini berupaya untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan dalam rangka menghadapi tantangan global, salah satunya dengan melakukan pembelajaran matematika berbasis budaya dengan memanfaatkan teknologi.Potensi teknologi komputer sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika tentang  pengenalan bilangan, sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran game edukasi berbasis budaya dengan menggunakan aplikasi Adobe Flash CS6 Professional. Game edukasi merupakan suatu teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran inovatif guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Sehingga, pemanfaatan game dalam dunia pendidikan merupakan suatu keniscayaan, dimana akan memberikan dampak yang positifdalam proses pembelajaran.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan media pembelajarangame edukasi berbasis budaya yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalammengatasi kesulitan belajar siswa/i PAUD, serta sebagai cara inovatif untuk mengenalkan budaya Indonesia sejak dini. Jenis penelitian ini tergolong penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan diadaptasi dari Thiagarajan dengan 4D yaitu Define, Design, Development and Dissemination. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi dan angket.Media Pembelajaran game edukasi valid dengan rata-rata persentase 83,50%, praktis dengan persentase 88,60%, dan efektif dengan rata-rata persentase 88,23% serta hasil perhitungan sumbangan keberhasilan penggunaan Media Pembelajaran game edukasi pada uji coba sebesar 90,44% (skala kecil) dan 85,19% (skala besar). Selain itu, untuk mengukur efektivitas media tersebut juga dapat dilihat berdasarkan skor pencapaian hasil belajar siswa yang menunjukkan rata-rata di atas KKM 75 (dalam hal ini 7,5). Secara keseluruhan, rata-ratanya di atas 7, meskipun terdapat 2 siswa pada uji coba skala kecil dan 3 siswa pada uji coba skala besar yang mendapat skor di bawah 7.
Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Kelompok TK A Dengan Media Gambar Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 58 Surabaya Tahun Ajaran 2021/2022 Wardah Suweleh; Dian Karina Rachmawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v8i1.12834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kemampuan membaca siswa kelompok  A yang diajarkan dengan  menggunakan media gambar lebih baik dari pada siswa yang diajarkan tidak menggunakan media gambar. Pada pembelajaran membaca, mengembangkan kemampuan membaca siswa banyak cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengajak siswa bermain dengan kartu gambar.Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok TK A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 58 Surabaya tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah seluruh siswa 15 anak. Subjek penelitian sejumlah 15 anak siswa diambil dari Kelompok TK A. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan mulai dari siklus I sampai siklus II, yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes membaca menggunakan media gambar, dan di analisis dengan statistik pendidikan melalui rumus persentase yang menggunakan frekuensi relatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan histogram.Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus menggunakan media gambar mengungkapkan bahwa ketuntasan belajar membaca diantaranya, memusatkan perhatian sebanyak 86% dari 15 siswa, mengenal gambar dan huruf sebanyak 80% dari 15 siswa, dapat membaca gambar sebanyak 80% dari 15 siswa. Media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca, hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang tuntas belajar.Kata kunci: peningkatan, media gambar, kemampuan membaca
Analisis Pemahaman Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together Amalia Maharani Putri; Endah Hendarwati; Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v8i1.9401

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman konsep bilangan pada anak usia dini melalui model pembelajaran numbered head together. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kepustakaan atau library research. Hasil analisis penelitian ini yaitu model pembelajaran numbered head together merupakan cara yang tepat untuk menstimulus pemahaman konsep bilangan anak usia dini. Model pembelajaran numbered head together adalah pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap anak dalam kelompok kecil mendapatkan nomor yang berbeda sesuai jumlah anggota kelompok. Hasil kerja kelompok akan disampaikan oleh perwakilan anak dari setiap kelompok yang ditunjuk secara acak oleh guru. Penunjukkan dilakukan secara acak pada tahap answering untuk memotivasi anak dalam memahami konsep bilangan. Keterlibatan anak dalam kelompok dapat menjadikan anak lebih aktif untuk mengkonstruk pengetahuan, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Analisis dengan literatur review dilakukan dengan beberapa teknik , yaitu 1) compare, yaitu mencari kesamaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 2) contrast, yaitu mencari perbedaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 3) criticize, yaitu peneliti membuat pendapat terkait dengan literatur yang dibaca, 4) synthesize, yaitu membentuk sebuah ide baru dengan cara menggabungkan sumber penelitian, 5) summarize, yaitu menuliskan kembali sumber penelitian dengan kalimat peneliti. Hasil analisis dengan literatur review model pembelajaran numbe red head together dapat meningkatkan pemahaman anak terkait materi pembelajaran, yang meliputi meningkatnya kemampuan anak untuk membilang awal, pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan kondusif, menjadikan anak lebih fokus, mengembangkan keterampilan sosial anak, meningkatkan keaktifan anak.
Pengaruh Gerak Dan Lagu Terhadap Pengenalan Konsep Kanan Dan Kiri Pada Anak Kelompok A Annita Nura&#039;inayah; Ratno Abidin; Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.39 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1218

Abstract

Penelitian ini termotivasi bahwa anak-anak kurang mampu memahami konsep kanan dan kiri. Ini karena metode pembelajarannya monoton. Kebutuhan akan sesuatu yang lebih aktif dan menyenangkan. Seperti aktivitas gerak dan nyanyian. Tujuan gerakan dan nyanyian untuk membantu anak mengenali konsep kanan dan kiri. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian terhadap 25 anak masing-masing kelompok. Analisis data yang menggunakan uji t (t-test) diolah dengan menggunakan SPSS 16. Dimana t hitung> t tabel hasil signifikan dari penelitian ini menunjukkan pengaruh antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil analisis data, kemampuan mengenali konsep kanan dan kiri saat lagu preetest dan posttest, diperoleh rata-rata preetest 5,96 dan rata-rata posttest 11,56. Hasil uji t (t-test) diperoleh t = 9,773 lebih besar dari tabel = 1,708. Hasil keputusan menunjukkan bahwa dapat diterima karena t hitung H1> t tabel (9,773> 1,708) dan H0 ditolak karena t hitung <t tabel (9,773 <1,708). Berdasarkan analisis penilaian yang menyimpulkan pengaruh gerakan dan nyanyian terhadap pengenalan konsep kanan dan kiri pada anak. Kata Kunci : lagu motion, konsep kanan kiri  
Melatih Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Bola Sendok “Bolsen” Di Kelompok Bermaian (KB) Taman-Kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Al Ihsan Surabaya Tahun Ajaran 2016-2017 Arina Rihal Jannah; Ratno Abidin; Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.51 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1251

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah  motorik kasar  anak-anak yang kurang. Hal itu bisa disebabkan oleh metode pembelajaran monoton pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik kasar anak-anak melalui permainan bola dan sendok "Bolsen" di KB TK Islam Terpadu Surabaya dimana dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dan meng-upgrade motorik kasar pada anak-anak.Para peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk subjek penelitian adalah 13 (tiga belas) anak, kepala sekolah, dan dua (2) guru, yang menjadi sumber informasi lain serta tahap pengamatan kegiatan anak pada saat belajar. Di sekolah Data dan informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasiHasil penelitiannya adalah Guru dapat menjadi media pengantar kepada anak-anak untuk melatih motor kasar anak-anak di permainan Ball dan sendok "Bolsen". Proses belajar bisa menjadi kegiatan yang menarik, tidak membosankan, dan itu bisa membuat anak lebih antusias dalam belajar sambil bermain.Kata kunci: kemampuan motorik kasar, scoop permainan bola "bolsen"
Media Model Tiruan Sapi Perah dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Wardah Suweleh; Meirza Nanda Faradita
Proceedings of The ICECRS Vol 2 No 1 (2019): Literacy based Character and Professionalism Enhancement for Educators in Facing
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.191 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v2i1.2427

Abstract

The initial conditions indicate that the cognitive abilities of early childhood are still low in understanding the workings of cow milking. In the activity of milking cow's milk, children's cognitive abilities are needed so that the results obtained can be maximized. Based on observations on February 4, 2019, researchers found that many early childhood children are afraid of milking cows, there are also students who do not understand how to milk cows to obtain milk with large capacity. Therefore, the researchers used the artificial cow model artificial media. This model is a three-dimensional imitation model with a length of 120cm x 75cm. this model is used so that students can listen to the process of milking the cow properly, so that students can practice directly properly and correctly. The subject and location of this study were group B RA Nurul Islam, Boro Village RT 01 / RW 01, Tanggulangin Subdistrict, Sidoarjo Regency with subjects as many as 14 PAUD students consisting of 10 male students and 4 female students. This type of research is classroom action research (PTK) carried out in two cycles, data collection techniques used are teacher observation sheet instruments, student observation sheets and practice test sheets milking cows with three-dimensional imitation dairy media media. The results showed an increase in children's cognitive abilities in the practice of milking cows with a three-dimensional imitation model of dairy cows reaching a developmental percentage of 64.28%, and increasing in the second cycle of 92.8%. Then the results of observation of teacher activities in the first cycle were 65.5% which increased by 22% to 87.5% in cycle II. While observations of student activities obtained results of 64.28% results in the first cycle, and 85.7% results in the second cycle. Each aspect of a child's cognitive abilities in understanding how to milk a cow with increased dairy cow media in the second cycle has achieved a predetermined indicator of success so it does not need to be increased in the next cycle. Based on the results of the research described above, it can be concluded that the medium of dairy cows can improve children's cognitive abilities in understanding and practicing milking with dairy cow three-dimensional model media in group B RA Nurul Islam Boro Village RT 01 / RW 01 Tanggulangin District Sidoarjo.
Pengaruh Metode Eksperimen (Gejala Alam Banjir) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak di TK Aisyiyah Bebekan Atikah Zahro; Gusmaniarti Gusmaniarti; Arafatun Ni'mah; Wardah Suweleh; Nur Afifah Ayu Winarsih; Nur Naura Nadhifa
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.981

Abstract

Based on the results of field studies carried out through observation activities in learning at Aisyiyah Bebekan Kindergarten, it was found that there was a phenomenon of children's critical thinking abilities that were not optimal when learning in the room watching videos. children can’t focus when learning in the room. The percentage obtained between students who responded and those who responded less during reflection was 10% and 90%. In the observations we have observed, the method used is the experimental quantitative method. Therefore, it can be seen that using this experimental method greatly influences the effectiveness of learning, because it could be that when the video is broadcast, the class situation is less stable, so that the child's focus on learning is not focused on one object, in other words, the child's level of focus is less. The high knowledge of children is caused by the teacher using media in the learning process, namely audio-visual media (video). using non-experimental methods on natural phenomena it is known that the theme of flooding is the inability of children to mention the causes and effects of flooding by 71%.
The Phonics Approach Improves Early Reading Skills in Preschoolers Aged 4-5 Years Husnul Khotimah; Ratno Abidin; Wahono; Wardah Suweleh
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v11i1.56614

Abstract

The low ability to read in the early stages of children aged 4-5 is due to the absence of teaching reading methods in schools. The purpose of this study is to explore and identify the early reading abilities of children aged 4-5 years through the implementation of the phonics approach. This type of research uses qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this study were group A, aged 4-5 years, with as many as 18 children, ten boys, and eight girls. Methods of data collection through observation, interviews, and documentation. The research instrument used interview guidelines and research observation sheets. The data analysis technique uses the following steps: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion or verification. Based on the findings and discussion, the application of the phonics approach as an alternative method that is very effective and efficient is considered capable of dealing with lazy reading in early childhood. The implication of implementing a phonics approach using various media is very young for children in exploring early reading skills. Thus this phonics approach method is very feasible to be applied to early childhood in improving early reading learning at school.