Perubahan paradigma pendidikan kontemporer menuntut adanya rekonstruksi hubungan antara guru dan peserta didik dari pola relasi yang bersifat hierarkis menuju hubungan pedagogis yang lebih dialogis, humanis, dan partisipatif. Dalam konteks pendidikan Islam, transformasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena perlu mempertahankan nilai-nilai adab, keteladanan, dan pembinaan karakter di tengah tuntutan pembelajaran yang demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna relasi pedagogis antara guru dan peserta didik dalam perspektif pendidikan kontemporer, mengkaji proses transformasi hubungan guru dan peserta didik dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi pola, strategi, dan nilai yang membentuk model pembelajaran demokratis dan partisipatif di SMA Integral Hidayatullah Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi pedagogis mengalami pergeseran dari pola transfer pengetahuan menuju hubungan pendidikan yang berorientasi pada pendampingan, kolaborasi, dan pengembangan potensi peserta didik. Transformasi tersebut diwujudkan melalui peran guru sebagai fasilitator, penerapan strategi pembelajaran aktif, serta pemberian ruang partisipasi kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran demokratis yang berkembang tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam seperti musyawarah, adab, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model relasi pedagogis integratif yang menggabungkan prinsip pembelajaran kontemporer dengan nilai-nilai Islam sebagai dasar pengembangan budaya sekolah yang humanis, partisipatif, dan transformatif.
Copyrights © 2026