Ketidakterlibatan figur ayah (fatherless) pada masa tumbuh kembang berpotensi memicu krisis kepercayaan diri dan gangguan kesehatan mental pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan modul konseling berbasis penguatan kepercayaan diri dalam mendukung kesehatan mental perempuan dewasa awal yang mengalami kondisi fatherless. Penelitian kuantitatif eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain pretest-posttest ini melibatkan 15 partisipan berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kepercayaan diri dan skala kesehatan mental, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata yang signifikan pada kepercayaan diri dan kesehatan mental partisipan setelah diberikan intervensi (p < 0,05). Kesimpulannya, penerapan modul konseling berbasis penguatan kepercayaan diri efektif untuk memulihkan konsep diri dan meningkatkan kesehatan mental perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Modul ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi kesehatan mental sebagai media intervensi terapan yang responsif dan praktis.
Copyrights © 2026