Transformasi digital kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat primer menggunakan sistem informasi untuk mendukung pencatatan, pelaporan, pemantauan, dan pengambilan keputusan. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) digunakan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan skrining penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ASIK di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta berdasarkan Teori HOT-Fit (Human, Organization, dan Technology Fit). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengamatan terhadap enam informan yang terlibat dalam penggunaan ASIK, dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa aspek manusia telah mendukung implementasi karena petugas memiliki pengetahuan yang cukup, menerima penggunaan ASIK, dan merasakan manfaatnya bagi pencatatan serta pelaporan. Aspek organisasi didukung arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, evaluasi capaian secara berkala, serta koordinasi yang berjalan baik. Aspek teknologi dinilai mudah digunakan, informasinya relatif lengkap, relevan, tepat waktu, dan memiliki pengamanan melalui akun pengguna. Meskipun implementasi ASIK memberikan efisiensi pencatatan, keberlanjutannya membutuhkan penguatan regulasi internal puskesmas, peningkatan stabilitas jaringan, serta pelatihan berjenjang secara terstruktur.
Copyrights © 2026