Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia, sering disertai gangguan regulasi berat badan dan kadar leptin. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan bioaktif antioksidan dan antidiabetes, namun pengaruhnya secara bersamaan terhadap gula darah, berat badan, dan leptin dalam satu model diabetes belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak daun kelor terhadap kadar gula darah puasa, berat badan, dan kadar leptin serum tikus model diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post test only control group design ini menggunakan 20 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan monohidrat 120 mg/kgBB intraperitoneal, lalu dibagi menjadi empat kelompok (n=5): kontrol (0 mg/kgBB) dan dosis ekstrak 200, 400, serta 600 mg/kgBB peroral. Gula darah diukur hari ke-21, berat badan hari ke-14, dan leptin (ELISA) hari ke-21. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Gula darah menurun bertingkat dan konsisten pada seluruh dosis (F(3,16)=1.409,639; p<0,001; η²=0,996), dengan seluruh pasangan kelompok berbeda bermakna. Kadar leptin menurun bermakna hanya mulai dosis 400 mg/kgBB dibanding kontrol (p=0,029; p=0,010), sedangkan berat badan pada dosis 400 dan 600 mg/kgBB bermakna lebih tinggi dibanding kontrol (p=0,001; p=0,007), mencerminkan tertahannya penurunan berat badan akibat diabetes, bukan penambahan berat badan. Ekstrak daun kelor, khususnya dosis 400 mg/kgBB, menunjukkan efek antidiabetes dan perlindungan metabolik yang bermakna pada model praklinis ini.
Copyrights © 2026